Make your own free website on Tripod.com

Selasa, 22 Mei 2001

Mengasah Taring Hadapi Tur Maut ke Sumatera

Tim-tim Sumatera memperlihatkan kemajuan signifikan menjelang putaran kedua. Tim Macan Kemayoran pun harus mengasah taring menghadapi tur maut itu. Kerja keras dan waspada harus selalu diperlihatkan Budiman dkk di tiap pertandingan.

Setelah melakukan lawatan uji coba ke Jepara, Salatiga dan Sleman Yogyakarta, 20-30 Mei, Persija kembali melakukan persiapan. Latih tanding dilakukan di markas Persija Stadion Menteng Jakarta Pusat, sebelum melakukan tiga pertandingan ke Sumatera. Persija akan menghadapi PSPS Pekanbaru (17/5), Semen Padang (20/5) dan PSDS Deli Serdang (23/5).

Uji coba dan persiapan matang itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik pemain dan suasana bertanding. Diharapkan, pemain-pemain Persija tidak canggung dalam pertandingan putaran kedua meskipun cukup lama istirahat. Lawan latih tanding yang dihadapi adalah tim mahasiswa DKI Jakarta yaitu STIE Perbanas (5/5) dan STIE Indonesia Rawamangun (9/5). Sewaktu menghadapi Perbanas, Persija mengalahkan juara Kompetisi Persija Divisi Utama 1999/2000 itu dengan 5 - 0. Sebelum uji coba ini, Persija sudah melakukan lawatan ke Jawa. Hasilnya membuat pelatih Sofyan Hadi dan asisten Ardjuna Rinaldi cukup puas. Pemain menunjukkan kemajuan meskipunm tanpa empat pemain nasional. Para pemain mengalami banyak kemajuan dalam ketahanan fisik dan terlatih menghadapi teror dan kepemimpinan wasit. Dalam pertandingan melawan Persijap Jepara, Apac City dan PSS Sleman, para pemain terlihat lebih tenang dan tidak terpegaruh teror penonton. Irama permainan pun tetap terjaga selama pertandingan sehingga tempo permainan dapat dipertahankan. Kemajuan ini membuat pelatih Persija kian yakin sebelum menghadapi ketiga lawan di Sumatera nanti. Dalam pertandingan uji coba itu, semua pemain diturunkan sehingga fisik pemain dan suasana pertandingan bisa dijaga. Ini perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan pemain karena hampir dua bulan Persija istirahat bertanding. Pelatih Sofyan Hadi cukup gembira dengan suasana tim sekarang. Rasa kebersamaan dan kekeluarga cukup kondusif, hubungan pemain dan ofisial cukup baik. Kondisi ini sangat mendukung pertandingan putaran kedua nanti. Sofyan Hadi juga tetap waspada terhadap tim-tim Sumatera. Pada pertandingan terakhir putaran pertama, tim-tim Sumatera itu memperlihat kemajuan dengan mengalahkan tim-tim Jawa. PSPS mengalahkan Jakarta FC 1-0 dan Persikabo 2-0, Semen Padang mengalahkan Jakarta FC 7-0 dan Persikabo 3-0 sementara PSDS mengalahkan Persikabo 4-0. "Kami memang harus waspada terhadap kemajuan tim-tim Sumatera," ungkap Nuralim dan Antonio Claudio. "Kami siap bertanding all out di Sumatera nanti. Kondisi fisik kami cukup bagus. Kami ingin membuktikan kepada pengurus dan pembina Persija bahwa kami tidak hanya jago kandang," kata Nuralim. Kedua pemain teras Persija ini siap menghadang setiap serangan yang mengancam daerahnya. Keduanya juga berharap kondisi kondusif sekarang ini dapat terus dijaga sehingga motivasi pemain terlecut untuk memberikan yang terbaik baik bagi tim. Pendapat yang sama juga meluncur dari Imran Nahumaruri dan Widodo C Putro. Keduanya menyatakan siap tampil habis-habisan jika diturunkan dalam pertandingan di Sumatera nanti. Soal target pada tiga pertandingan itu, Manajer Persija Irawan Adjidarmo dan pelatih Sofyan Hadi menunjuk lima angka. Target ini dianggap lebih realistis. "Tentu, jika bisa menambang lebih dari lima angka, lebih baik," tandas Irawan. Pengurus dan ofisial berharap, hasil pertandingan di tiga kota Sumatera itu lebih baik dibanding musim kompetisi sebelumnya. Pengurus menganggap materi pemain Persija sekarang lebih baik, apalagi saat ini Persija ditangani pelatih berpengalaman dalam pertandingan di Sumatera. Sedikit banyak, Sofyan Hadi yang pernah menangani PSPS Pekanbaru, sudah mengetahui gaya permainan tim-tim Sumatera. Dalam latihan dan uji coba, Sofyan Hadi mencoba strategi permainan untuk tiga pertandingan itu, termasuk mengantisipasi permainan keras dan teror penonton serta keberpihakan wasit. Sofyan menyatakan, walaupun PSPS ditangani pelatih baru Tumpak Sihite, secara materi dan teknik permainan, Persija masih setingkat lebih unggul. "Tentu saj saya yakin bisa mengatasi PSPS. Begitu juga Semen Padang dan PSDS. Yang saya khawatirkan adalah faktor nonteknis dan wasit, yang bisa mempengaruhi permainan pemain-pemain Persija," katanya. Bersama Ardjuna Rinaldi, Sofyan berharap faktor nonteknis ini bisa diatasi ofisial dan pemain. Beruntung, Persija melakukan uji coba di Jawa melawam tim-tim keras dengan pendukung fanatik. Mental pemain pun terasah dan terbiasa menghadapi segala kondisi yang mungkin muncul. Soal kemungkinan absennya empat pemain nasional, Sofyan meminta pelatih timnas Benny Dollo bersikap lebih bijak. "Meskipun timnas ada uji coba, saya harap Benny bisa melepaskan setidaknya dua dari empat pemain nasional Persija. Dengan begitu, klub tidak terlalu dirugikan," katanya. Kalau pun akhirnya mereka tidak bisa memperkuat klub saat melawan tuan rumah PSDS, Sofyan pun akan menerimanya dengan lapang dana. "Kami akan merelakan empat pemain itu untuk mengikuti uji coba timnas. Mereka kan berjuang untuk Merah Putih?" kata Sofyan. O erizal

ANTONIO CLAUDIO Tak Sabar Tunggu Pertandingan

Antonio Claudio adalah salah seorang pemain teras Persija. Pemain asal Brasil itu akan menjadi salah satu pendukung sukses Persija. Ia akan menghadapi gempuran pemain lawan. Ia mengaku, suasana tim Persija sangat kondusif. Walaupun kompetisi libur hampir dua bulan, tim tetap dalam kondisi siap bertanding. Sentuhan odisial dan pelatih telah dengan program peningkatan latihan dan uji coba, terbukti efektif. Pemain tinggi besar ini sudah menyumbangkan satu gol bagi Persija pada putaran pertama lalu. Ia pun bertekad mempertahankan daerahnya secara mati-matian. Ia tidak mau pertahanan Persija dilewati pemain lawan. "Kami sekarang sudah tidak sabar untuk memulai putaran kedua ini. Seluruh pemain sudah siap bertanding. Kami kami juga sudah diberitahu kondisi dan cara mengatasi berbagai kemungkinan yang akan kami hadapi di Sumatera nanti," katanya. O erz

NURALIM Butuh Kesabaran dan Motivasi Pemain senior ini tampak jauh berubah. Ia kian tekun berlatih, bahkan menambah porsi latihan sendiri. Selain itu, ia juga kian rajin menunaikan ibadah. Tampaknya, ia kembali terlecut setelah gagal masuk tim nasional Prapiala Dunia asuhan Benny Dollo. Perubahan sikap ini memperlihatkan Nuralim memahami betul tugas dan tanggung jawabnya. Mantan pemain Bandung Raya ini bertekad membawa Persija juara. Itulah sebabnya ia bangkit dengan berlatih keras dan berusaha membangkitkan motivasi pemain lain. Menghadapi pertandingan tandang ke Sumatera, secara tegas Nuralim mengatakan persiapan Persija sudah cukup. "Kami siap tanding. Kondisi fisik dan suasana bertanding saya dan rekan-rekan tetap terjaga," katanya. Untuk melawan tim-tim di Sumatera itu, menurut Nuralim, dibutuhkan kesabaran dan motivasi tinggi. Ia juga mengimbau rekan-rekannya untuk berjuang maksimal dan bermain lebih ngotot. "Meskipun begitu, kita harus tetap sabar dan jangan sampai terpancing permainan keras lawan. Permainan keras itu sudah menjadi ciri tim-tim Sumatera. Kita juga jangan sampai terpengaruh sikap wasit yang mungkin akan berpihak," katanya.