Make your own free website on Tripod.com

 


Jumat, 12 Januari 2001

Posisi Kiper merupakan titik lemah Persija di LI VI.

 

Hingga pekan lalu, Macan Kemayoran belum menemukan sosok yang pas untuk menjadi tembok terakhir di lini belakang. Inilah alasan Persija tiba-tiba memanggil kembali mantan kipernya asal Kamerun, Mambolou Mbeng Jean?

 

Penampilan tiga penjaga gawang, M. Halim, Sofyan, dan Hendri, belum bisa mengusir rasa was-was orang nomor satu Persija, Gubernur DKI, Sutiyoso. "Kami ingin gawang Persija benar-benar kokoh. Jadi Mbeng Jean akan kami tarik kembali, " tutur Ketua Umum Persija Ahmaddin Ahmad. Mbeng adalah benteng Persija di LI V. Tongkrongannya memang menyakinkan: tinggi, kuat, dan kualitas tekniknya pun lumayan. Namun ia sempat disangka tersangkut kasus koneksi Kamerun di babak Semifinal LI V. Kala itu Mbeng gagal menangkap bola mudah yang ditanduk pemain PSIS, Ebanda Timothe. Ada rumor, skenario itu telah diatur diantara pemain Kamerun. Akibatnya Persija kalah  0-1 dan PSIS tampil di final serta menjadi juara LI V.

 

Kelebihan Stok

"Itu sudah lewat. Lagi pula, Godfather pemain Kamerun, Maboang Kessack, sudah tidak ada. Kami tak ragu lagi memakainya. Namun, Mbeng mesti menjalani tes. Sudah setahun dia tidak merumput akibat cidera, "kata Ahmaddin.

Apa Persija tak kelebihan stok pemain? Tengok saja, dilini depan ada lima striker, di tengah ada sepuluh gelandang, ditambah enam pemain belakang.

Pelatih Andi Lala dan Sofyan Hadi diperkirakan bakal kesulitan menyusun formasi. Gara-gara menumpuknya gelandang, bukan tak mungkin mereka akan mengkopi format 3-6-1.

"Tapi Persija juga bisa memakai 3-5-2 karena banyak striker bagus, "sebut gelandang Khair Rifo.

"Lihat sisi positifnya saja, para pemain terpacu meningkatkan diri dan bersaing untuk mendapatkan posisi di tim inti. Tak ada masalah bila Mbeng jadi bergabung. Kita buktikan saja siapa yang terbaik lewat penilaian yang fair, "sebut M. Halim yang sempat jadi cadangan bagi Mbeng di LI V.

 

Berikut Susunan Tim Persija LI VII

 

Tim Persija

Nama Pemain

Posisi

Mambolou Mbeng Jean (belum resmi bergabung)

Kiper

M. Halim Kiper
Sofyan Hadi Kiper
Hendra Nazir Kiper
Nur'alim Belakang
Antonio Claudio Belakang
Aris Indarto Belakang
Warsidi Belakang
Joko Kuspito Belakang
Hari Saputra Belakang
Budiman Tengah
Anang Ma'ruf Tengah
Waskhiatul Akmal Tengah
Luciano Leandro Tengah
Imran Nahumarury Tengah
Deddy Umarella Tengah
Agus Suprianto Tengah
Wahyu Teguh Tengah
Khair Rifo Tengah
Ebandha Themothe Tengah
Bambang Pamungkas Depan
Gendut Dony C. (belum resmi bergabung) Depan
Widodo C. Putra Depan
Budi Sudarsono Depan
Robby Maryandi Depan

 

<BolaNews.com>


Jumat, 12 Januari 2001

Kelanjutan Kasus Gendut Dony Christiawan

 

Hengkang ke Persija Pusat Gendut tak takut bersaing vs Bambang

Setelah memilih Persija Pusat dalam upaya meningkat karir di dunia sepakbola, Gendut Dony tak takut bersaing lawan Bambang Pamungkas, meski hendak kembali ke tim "Macan Kamayoran" setelah bergabung dengan tim asal Belanda.

"Pilihan saya tetap pada Persija, meski penandatanganan kontrak masih diundur dalam waktu dekat ini. Karena di tim Persija peluang meniti karir puncak itu cukup terbuka, setelah memantau materi pemain yang ada,"tegas Gendut Dony, di Jakarta.

Gendut melanjutkan, agar menetap memperkuat Perjatim dalam Liga Bank Mandiri VII, dia ditawari kontrak Rp 120 juta. Sementra uang gajih tiap bulan Rp 8 juta. Meski, begitu dia tetap condong hengkang dari Persijatim menuju Persija Pusat.

Ketika ditanya ditransfer berapa ke Persija Pusat, Gendut tak dapat mengutarakan dengan gamblang, namun katanya, lebih dari uang kontrak yang dijanjikan Persijatim.

Dalam upaya pindah ke Persija Pusat, Gendut dalam waktu dekat akan segera datang ke Persijatim untuk mengirim surat kemundurannya serta berpamitan dengan rekan-rekan setimnya.

Menurutnya, bergabung dengan Persija Pusat dalam Ligina VII, bukan saja karena segi materi. Namun lebih ditekankan peluang meniti karir kejenjang yang lebih maju lagi.

Dengan segala tekad yang membara, dia tak takut bersaing dengan Bambang Pamungkas untuk menempati sektor depan, jika pemain kondang Persija ini kembali lagi ke Jakarta dari Belanda.

Mendapat persaingan ketat dalam satu tim, akan lebih terpompa untuk meningkatkan karir yang dimiliki. Bahkan, persaingan itu dapat ditingkatkan lagi dengan kerjasama yang solid untuk meraih gelar juara di Ligina VII.

"Opsesi saya tampil di Ligina VII memperkuat Persija adalah tampil sebagai juara. Tim yang berpelung meraih lambang supremasi nasional itu adalah Persija Pusat,"tegas Gendut Dony lagi.

 

Tak miliki etika Persija FC hajar Gendut

Persijatim yang kini berubah nama menjadi Persija FC, tak berniat menggantung prestasi Gendut Donny yang ingin pindah ke Persija Pusat. Namun tim yang bermarkas di Bea Cukai ini hanya ingin mendidik agar mempunyai etika.

"Kontrak Gendut dengan Persija FC berakhir Oktober lalu, namun secara lisan pihak pengurus sudah menyatakan akan melanjutkan kontraknya hingga Ligina VII. Hal itu sudah disetujui oleh Gendut,"tandas Ketua Harian Persija FC, Sutedjo, di Jakarta.

Sutedjo melanjutkan, dengan pernyataan setuju dari Gendut pihaknya tak ingin mencari pemain lain baik asing maupun lokal. Namun ditengah perjalanan menjelang Ligina VII, tiba-tiba Gendut hengkang ke Persija Pusat tanpa pamitan.

Perbuatan Gendut inilah yang dapat memancing emosi pengurus Persija FC dan berhak tak memberikan surat izin mundur. Bahkan semua keinginan Gendut yang dilayangkan lewat surat sudah ditolak beberapa minggu lalu.

Kendati begitu, sebagai klub asal Persija FC masih mempunyai toleransi dengan syarat, Gendut datang baik-baik berpamitan pada jajaran pengurus untuk diizinkan pindah ke Jakarta Pusat.

Dalam persoalan Gendut, katanya, Persija FC tak ada sangkut pautnya dengan Persija Pusat. Karena yang membikin olah adalah Gendut sendiri, begitu juga dengan membatasi ruang geraknya, tanpa berpamitan pada klub asal.

Belum mendapat surat izin dari Persija FC, tentunya Gendut sulit memperkuat Persija Pusat dalam pertandingan perdana di Ligina VII yang akan digelar sejak 14 Januari ini.

"Gendut bisa saja memperkuat Persija Pusat melakukan pertandingan ujicoba ke Surabaya dan Malang, namun resminya dipertandingan Ligina belum dapat tampil di dalamnya. Jika tak mendapat surat izin dari Persija FC,"tegasnya.

Jika Persija Pusat memaksakan diri mendaftarkan Gendut tampil di Ligina VII, paparnya, boleh-boleh saja. Namun dengan syarat harus membayar uang transfer lebih dari Rp 500 juta.

Persyaratan ini sebetulnya tak besar, bila dibanding dengan perjuangan Persija FC yang membina hingga mencapai prestasi cemerlang masuk tim nasional PSSI yang berlaga di Piala Tiger dan Asia.

Ketika ditanya apakah Persija FC tak mempertimbangkan bahwa Gendut merupakan aset nasional yang harus dapat meneruskan karirnya di olahraga si kulit bundar. Dalam kasus Gendut tak dapat dihubungkan dengan aset nasional, karena sebagai aset nasional pemain asal Salatiga itu harus mempunyai mental yang bagus.

"Jika mental Gendut di tingkat nasional saja tak bagus, bagaimana jika melaju kejenjang internasional yang dapat dipengaruhi dengan uang,"tegas Sutedjo, seraya mengatakan, Persija FC tujuannya hanya mendidik saja agar Gendut mempunyai etika dan sopan santun sebagai orang timur.

Dapat surat dari Persijatim Perebutan Gendut rampung

Perselisihan memperebutkan pemain untuk putaran Ligina VII antara Persija Pusat vs Persijatim akan segera berakhir. Pasalnya, Gendut Donny yang diperebutkan sudah menerima surat agar menghadap pengurus Persijatim.

"Setelah menerima surat, saya akan segera sowan ke pengurus Persijatim dalam waktu dekat ini, setelah melakukan ujicoba memperkuat Persija Pusat lawan Persebaya,"tegas Gendut Donny, pada satusports.com di Jakarta.

Gendut mengatakan, setelah mempunyai keinginan pindah ke Persija, dia berniat menemui pengurus Persijatim. Namun karena sibuk latihan dan pengurus Persijatim sibuk dalam dinasnya, akhirnya hingga saat ini belum sowan.

Tak pamitan baik-baik pada pengurus Persijatim, akhirnya perpindahan Gendut ke tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat menjadi polemik. Bahkan sempat menyulut berbagai ungkapan dari jajaran pengurus PSSI.

Namun setelah polemik itu mulai meredah, tampaknya jajaran pengurus Persijatim bertindak lebih bijak dengan mengirim surat pada Gendut agar menemuinya. Karena selain memperkuat Persija, pemuda kelahiran Salatiga, 22 tahun lalu itu merupakan aset nasional.

Dengan usianya yang masih muda, sudah tentu prospek prestasi Gendut cukup diharapkan PSSI. Untuk itu Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar menginginkan agar yang menjadi klub asal tak menggantung kelangsungan prestasi pemain asal Salatiga itu.

Ketika ditanya isi surat yang dikirim Persijatim, Gendut mengatakan, pertemuan dengan pengurus Persijatim sifatnya pribadi, jadi tak dapat diinformasikan pada semua orang.

Kendati begitu, dia optimis keinginannya memperkuat Persija Pusat akan terpenuhi. Karena kepindahannya itu sudah dijalankan dengan baik-baik, setelah habis masa kontraknya dengan Persijatim.

"Antara saya dan pengurus Persijatim tak ada sesuatu permasalahan. Bahkan saya merasa berterima kasih dapat berlaga di Ligina VI memperkuat Persijatim hingga melangkah memperkuat tim nasional di Piala Asia dan Tiger,"tegas Gendut.

Setelah mendapat kesempatan bergabung dengan Persija, dia akan berusaha meningkatkan prestasi yang dimiliki. Karena materi yang ada di Persija, cukup menunjang untuk meningkatkan prestasi yang dimiliki.

Ketika ditanya akan dipadukan dengan siapa di posisi striker ketika melakukan ujicoba dengan Persebaya, Gendut mengatakan, belum tahu persis. Yang penting katanya, jajaran pengurus mengharapkan Gendut dapat tampil ketika melawan Persebaya.

Melalui permintaan jajaran pengurus Persija itu, akhirnya pertemuan dengan pengurus Persijatim yang dijadwalkan Sabtu (6/1), ditunda hingga kembali dari Surabaya.

 <Satusports.com>


Jumat, 12 Januari 2001

Keputusan Tim Arbitrase

 

Hengkang ke Persija Pusat Gendut tak takut bersaing vs Bambang

Setelah memilih Persija Pusat dalam upaya meningkat karir di dunia sepakbola, Gendut Dony tak takut bersaing lawan Bambang Pamungkas, meski hendak kembali ke tim "Macan Kamayoran" setelah bergabung dengan tim asal Belanda.

"Pilihan saya tetap pada Persija, meski penandatanganan kontrak masih diundur dalam waktu dekat ini. Karena di tim Persija peluang meniti karir puncak itu cukup terbuka, setelah memantau materi pemain yang ada,"tegas Gendut Dony, di Jakarta.

Gendut melanjutkan, agar menetap memperkuat Perjatim dalam Liga Bank Mandiri VII, dia ditawari kontrak Rp 120 juta. Sementra uang gajih tiap bulan Rp 8 juta. Meski, begitu dia tetap condong hengkang dari Persijatim menuju Persija Pusat.

Ketika ditanya ditransfer berapa ke Persija Pusat, Gendut tak dapat mengutarakan dengan gamblang, namun katanya, lebih dari uang kontrak yang dijanjikan Persijatim.

Dalam upaya pindah ke Persija Pusat, Gendut dalam waktu dekat akan segera datang ke Persijatim untuk mengirim surat kemundurannya serta berpamitan dengan rekan-rekan setimnya.

Menurutnya, bergabung dengan Persija Pusat dalam Ligina VII, bukan saja karena segi materi. Namun lebih ditekankan peluang meniti karir kejenjang yang lebih maju lagi.

Dengan segala tekad yang membara, dia tak takut bersaing dengan Bambang Pamungkas untuk menempati sektor depan, jika pemain kondang Persija ini kembali lagi ke Jakarta dari Belanda.

Mendapat persaingan ketat dalam satu tim, akan lebih terpompa untuk meningkatkan karir yang dimiliki. Bahkan, persaingan itu dapat ditingkatkan lagi dengan kerjasama yang solid untuk meraih gelar juara di Ligina VII.

"Opsesi saya tampil di Ligina VII memperkuat Persija adalah tampil sebagai juara. Tim yang berpelung meraih lambang supremasi nasional itu adalah Persija Pusat,"tegas Gendut Dony lagi.

 

Tak miliki etika Persija FC hajar Gendut

Persijatim yang kini berubah nama menjadi Persija FC, tak berniat menggantung prestasi Gendut Donny yang ingin pindah ke Persija Pusat. Namun tim yang bermarkas di Bea Cukai ini hanya ingin mendidik agar mempunyai etika.

"Kontrak Gendut dengan Persija FC berakhir Oktober lalu, namun secara lisan pihak pengurus sudah menyatakan akan melanjutkan kontraknya hingga Ligina VII. Hal itu sudah disetujui oleh Gendut,"tandas Ketua Harian Persija FC, Sutedjo, di Jakarta.

Sutedjo melanjutkan, dengan pernyataan setuju dari Gendut pihaknya tak ingin mencari pemain lain baik asing maupun lokal. Namun ditengah perjalanan menjelang Ligina VII, tiba-tiba Gendut hengkang ke Persija Pusat tanpa pamitan.

Perbuatan Gendut inilah yang dapat memancing emosi pengurus Persija FC dan berhak tak memberikan surat izin mundur. Bahkan semua keinginan Gendut yang dilayangkan lewat surat sudah ditolak beberapa minggu lalu.

Kendati begitu, sebagai klub asal Persija FC masih mempunyai toleransi dengan syarat, Gendut datang baik-baik berpamitan pada jajaran pengurus untuk diizinkan pindah ke Jakarta Pusat.

Dalam persoalan Gendut, katanya, Persija FC tak ada sangkut pautnya dengan Persija Pusat. Karena yang membikin olah adalah Gendut sendiri, begitu juga dengan membatasi ruang geraknya, tanpa berpamitan pada klub asal.

Belum mendapat surat izin dari Persija FC, tentunya Gendut sulit memperkuat Persija Pusat dalam pertandingan perdana di Ligina VII yang akan digelar sejak 14 Januari ini.

"Gendut bisa saja memperkuat Persija Pusat melakukan pertandingan ujicoba ke Surabaya dan Malang, namun resminya dipertandingan Ligina belum dapat tampil di dalamnya. Jika tak mendapat surat izin dari Persija FC,"tegasnya.

Jika Persija Pusat memaksakan diri mendaftarkan Gendut tampil di Ligina VII, paparnya, boleh-boleh saja. Namun dengan syarat harus membayar uang transfer lebih dari Rp 500 juta.

Persyaratan ini sebetulnya tak besar, bila dibanding dengan perjuangan Persija FC yang membina hingga mencapai prestasi cemerlang masuk tim nasional PSSI yang berlaga di Piala Tiger dan Asia.

Ketika ditanya apakah Persija FC tak mempertimbangkan bahwa Gendut merupakan aset nasional yang harus dapat meneruskan karirnya di olahraga si kulit bundar. Dalam kasus Gendut tak dapat dihubungkan dengan aset nasional, karena sebagai aset nasional pemain asal Salatiga itu harus mempunyai mental yang bagus.

"Jika mental Gendut di tingkat nasional saja tak bagus, bagaimana jika melaju kejenjang internasional yang dapat dipengaruhi dengan uang,"tegas Sutedjo, seraya mengatakan, Persija FC tujuannya hanya mendidik saja agar Gendut mempunyai etika dan sopan santun sebagai orang timur.

Dapat surat dari Persijatim Perebutan Gendut rampung

Perselisihan memperebutkan pemain untuk putaran Ligina VII antara Persija Pusat vs Persijatim akan segera berakhir. Pasalnya, Gendut Donny yang diperebutkan sudah menerima surat agar menghadap pengurus Persijatim.

"Setelah menerima surat, saya akan segera sowan ke pengurus Persijatim dalam waktu dekat ini, setelah melakukan ujicoba memperkuat Persija Pusat lawan Persebaya,"tegas Gendut Donny, pada satusports.com di Jakarta.

Gendut mengatakan, setelah mempunyai keinginan pindah ke Persija, dia berniat menemui pengurus Persijatim. Namun karena sibuk latihan dan pengurus Persijatim sibuk dalam dinasnya, akhirnya hingga saat ini belum sowan.

Tak pamitan baik-baik pada pengurus Persijatim, akhirnya perpindahan Gendut ke tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat menjadi polemik. Bahkan sempat menyulut berbagai ungkapan dari jajaran pengurus PSSI.

Namun setelah polemik itu mulai meredah, tampaknya jajaran pengurus Persijatim bertindak lebih bijak dengan mengirim surat pada Gendut agar menemuinya. Karena selain memperkuat Persija, pemuda kelahiran Salatiga, 22 tahun lalu itu merupakan aset nasional.

Dengan usianya yang masih muda, sudah tentu prospek prestasi Gendut cukup diharapkan PSSI. Untuk itu Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar menginginkan agar yang menjadi klub asal tak menggantung kelangsungan prestasi pemain asal Salatiga itu.

Ketika ditanya isi surat yang dikirim Persijatim, Gendut mengatakan, pertemuan dengan pengurus Persijatim sifatnya pribadi, jadi tak dapat diinformasikan pada semua orang.

Kendati begitu, dia optimis keinginannya memperkuat Persija Pusat akan terpenuhi. Karena kepindahannya itu sudah dijalankan dengan baik-baik, setelah habis masa kontraknya dengan Persijatim.

"Antara saya dan pengurus Persijatim tak ada sesuatu permasalahan. Bahkan saya merasa berterima kasih dapat berlaga di Ligina VI memperkuat Persijatim hingga melangkah memperkuat tim nasional di Piala Asia dan Tiger,"tegas Gendut.

Setelah mendapat kesempatan bergabung dengan Persija, dia akan berusaha meningkatkan prestasi yang dimiliki. Karena materi yang ada di Persija, cukup menunjang untuk meningkatkan prestasi yang dimiliki.

Ketika ditanya akan dipadukan dengan siapa di posisi striker ketika melakukan ujicoba dengan Persebaya, Gendut mengatakan, belum tahu persis. Yang penting katanya, jajaran pengurus mengharapkan Gendut dapat tampil ketika melawan Persebaya.

Melalui permintaan jajaran pengurus Persija itu, akhirnya pertemuan dengan pengurus Persijatim yang dijadwalkan Sabtu (6/1), ditunda hingga kembali dari Surabaya.

 <Satusports.com>


Senin, 15 Januari 2001

Partai Derby Jakarta FC vs Persija

 

Persija Hanya Bermain Imbang

Persija hanya berhasil bermain imbang 0-0 dengan Jakarta FC (Persijatim) dalam pertandingan Liga Bank Mandiri VII yang berlangsung di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.

Meskipun Persija mempertontonkan permainan dengan pola menyerang, namun tidak juga berhasil membuahkan gol. Bahkan di menit-menit awal gawang Persija yang dijaga ketat oleh Sofian Hadi sempat mendapat tekanan dari Jakarta FC saat tendangan striker Stanly Mamuala nyaris menyentuh mistar gawang Persija.

Memasuki babak kedua, Jakarta FC semakin meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan dilakukan menggempur Persija. Pada menit ke-28, Mardiansyah yang menggantikan Stanly hampir pula membobol gawant Persija.

Pelatih Persija, Andi Lala menilai, hasil imbang tersebut karena banyaknya tekanan yang dialami kedua kesebelasan mengingat pertandingan ini merupakan pertandingan perdana.

"Permainan menjadi tidak berkembang dengan tekanan-tekanan yang mereka alami," ungkapnya.

<Satusport.com>

Partai Derby Berakhir Imbang

Pertandingan derby kota Jakarta, antara Jakarta FC melawan Persija berakhir imbang. Pertandingan yang kurang menarik tersebut disaksikan kurang lebih 10.000 penonton dan sebagian besar pendukung Persija, The Jakmania, hampir 6.000 penonton. Meski banyak peluang tercipta di babak kedua, masing-masing kesebelasan harus puas berbagi angka sama 0-0.

Seperti diperkirakan semula, derby antara dua laskar betawi yang berlangsung di stadion Lebak Bulus Jakarta, Minggu (14/1/2001) ini berlangsung ketat dan menarik. Permainan menyerang yang diperagakan Persija, ternyata sanggup diladeni oleh semangat bermain yang tinggi Jakarta FC.

Jakarta FC lebih dulu membahayakan gawang Persija yang dikawal Sofian Hadi. Di menit kesepuluh, striker Stanly Mamuala nyaris mencetak gol, jika tendangannya tidak melebar ke sisi gawang.

Terkejut dengan serangan tersebut, Persija melalui striker kawakan Widodo C. Putro langsung membalas melalui satu serangan balik yang juga nyaris menghasilkan gol. Namun tendangan jarak dekat Widodo berhasil ditepis kiper Alfian Tanjung yang bermain cukup baik pada pertandingan tersebut.

Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat. Di menit ke-28, Mardiansyah yang masuk menggantikan Stanly, melepaskan tendangan menyusur tanah yang gagal dihalau oleh Sofian. Tapi bola hanya menyentuh tiang gawang dan bergulir keluar sehingga gagal berbuah menjadi gol.

Demikian pula tendangan keras yang ditembakkan Bambang Pamungkas di menit ke-37 hanya menyentuh jala kanan Jakarta FC. 14 menit kemudian, lagi-lagi Bambang menyentak para pendukung Persija. Umpan crossing Anang Ma’ruf dari sayap kanan berhasil ditanduk Bambang, tapi bola masih melebar ke atas mistar gawang sehingga tidak merubah kedudukan.

Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Sutiyoso ini, tetap bertahan imbang tanpa gol hingga akhir pertandingan.

Menurut pelatih Persija, Andi Lala, hasil imbang ini terjadi karena banyaknya tekanan yang didapat kedua kesebelasan dalam partai perdana seperti ini. “Banyak tekanan-tekanan yang kami terima baik dari pemain maupun pers,” ungkap Lala. “Ini membuat pemain terkena beban hingga permainan tidak berkembang,” tambahnya.

<Detik.com>


Selasa, 24 Januari 2001
Bebas cengkraman Persijatim
Gendut harapkan lahir agen pemain nasional

 

Setelah bebas dari cengkraman Persijatim, Gendut Donny mengharapkan agar di Indonesia ada agen khusus yang dapat mengatur perpindahan pemain, kendati sudah ada peraturan dari PSSI.

"Sebagai pemain profesional tentunya harus bekerja secara profesional juga. Saya mengharapkan lahir agen yang dapat lisensi dari PSSI untuk mengatur perpindahan pemain, antara klub yang satu ke klub lain di Ligina maupun kejenjang internasional,"tegas Gendut seusai berlatih di Stadion Menteng, Jakarta.

Dengan adanya agen yang mengatur perpindahan dan kontrak pemain, katanya, seorang pemain itu hanya memikirkan mengembangkan teknis dilapangan saja, tak perlu mencampuri persoalan administrasi.

Adanya peran swasta yang mengatur transfer pemain di tingkat nasional itu, katanya, seorang pemain tak akan mengalami kendala seperti yang dialami dalam waktu dekat ini.

Berdirinya suatu agen, katanya, pemain tinggal melaksanakan tugas dan kewajibannya dilapangan, serta menyalurkan harapannya untuk memperkuat tim mana dalam putaran Ligina selanjutnya.

Dia melanjutkan, selama ini pemain yang akan pindah memperkuat tim lain dalam Ligina, selalu dililit berbagai kasus. "Entah itu bertentangan dengan perjanjian klub asal atau memang disengaja agar tak dapat pindah ke lain tempat,"tegasnya.

Dalam upaya memberikan ketenangan bagi setiap pemain yang ada di Indonesia, tuturnya, sudah seharusnya PSSI memberikan peluang pada pihak swasta yang ingin menjadi agen pengaturan transfer pemain.

Ketika ditanya kasus Uston Nawawi yang saat ini belum dapat tampil di Ligina VII, Gendut mengatakan, sebagai pemain profesional hatinya merasa terketuk. karena kasus yang dialami Uston tak beda jauh dengan yang dimiliki.

"Saya berharap, agar uston segera terbebas dari kasus yang melanda saat ini, meski sudah diberi kebebasan oleh PSSI untuk menentukan tim yang akan diperkuatnya di Ligina VII,"pinta Gendut.

<Satusports.com>


Selasa, 24 Januari 2001
Luciano Sembuh
Persija siap gulingkan Semen Padang

 

Diperkuat Luciano Leandro pada pertandingan ketiga menghadapi Semen Padang dalam Ligina VII, di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (25/1), tim "Macan Kamayoran" Persija Pusat, siap meraih poin penuh.

Luciano yang diharapkan dapat memberikan dukungan pada rekan-rekannya di Ligina VII, baru dapat tampil setelah dua kali pertandingan sebelumnya absen karena kaki kanannya sakit.

Namun setelah dia menyatakan sembuh dan siap tampil, pelatih Andy Lala memberikan dukungan semangat seoptimal mungkin. " Saat menghadapi Persijatim dan Persikabo, Persija tak diperkuat Luciano,"tegas Andy Lala, seusai melatih anak asuhnya di Stadion Menteng, Jakarta.

Menurutnya, anak asuhnya sudah melakukan antisipasi semaksimal mungkin untuk meraih angka penuh dalam pertandingan home di Lebak Bulus, Jakarta. Semua antisipasi itu dilakukan karena Persija tak ingin mengulang kegagalan yang ketiga kalinya.

Dia mengatakan, seharusnya Persija tak perlu mengalami kekalahan ketika melawan Persikabo. Semua itu karena kelalaian anak-anak kurang mengantisipasi sektor pertahanan, karena terlalu bernafsu untuk menyarangkan bola.

"Asyik melakukan gempuran deras, akhirnya Persija sempat kecolongan satu bola atas Persikabo. Selain itu, pemain Persija mengalami kendala lapangan yang keras dan becek, yang membuat permainan teknik tak berkembang,"tegasnya.

Kendala yang dialami dalam pertandingan sebelumnya, ujar Andy lala sudah diperbaiki, bahkan dia optimis anak asuhnya dapat meredam tim Semen Padang.

Ketika ditanya bagaimana dengan masuknya Gendut Donny dalam Persija kali ini, Andy melanjutkan, karena Gendut baru saja dipersiapkan setelah mendapat surat resmi pengunduran dari Persijatim, mungkin akan dipasang dalam pertandingan babak kedua.

"Striker yang sudah siap diturunkan dipertandingan pertama adalah Bambang dan Budy, sedangkan Gendut saya masih memantau kondisi dan situasi yang berkembang dalam pertandingan nanti,"tegas Andy lagi.

<Satusports.com>


Senin, 29 Januari 2001

Budi Sudarsono angkat Persija

Terpecut dengan kemenangan pertama lawan Semen Padang (2-0), Persija bermain semakin apik. Tim Macan Kemayoran tampil menawan saat menggilas PSDS 6-0 dalam pertandingan lanjutan Ligina VII yang digelar hari Minggu (28/1). Adalah bintang muda asal Surabaya, Budi Sudarsono, yang mengangkat Persija. Pemain yang ditransfer dari Persebaya ini berhasil menjawab kepercayaan pelatih Andi Lala yang mulai memilihnya sebagai starter sejak pertandingan kedua Persija, dengan mencetak empat gol. Dengan kemenangan tersebut, posisi Persija terangkat ke urutan ketiga wilayah Barat.

 

<BolaNews.com>


Senin, 29 Januari 2001
PSSI Panggil 6 Fans Club Ligina VII

 

Guna mengantisipasi kebrutalan penonton di tengah lapangan pada putaran Ligina VII, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, mengusulkan pada Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar, agar memanggil koordinator penonton.

"Pada Ligina VII sudah ada 6 fans club yang sudah mendaftarkan dan menyatakan dirinya sebagai pendukung berat dari tim yang favoritkannya,"tegas Komdis PSSI, Andi Darussalam Tabussala di Sekretariat PSSI, Jakarta.

Keenam fans club yang sudah mengukuhkan diri adalah, Arema Mania, Pasopati, Sleman, Jakmania, Boboto (Bandung), dan Persebaya fans club. Keenam koordinator penonton ini akan diajak diskusi dan diberikan masukan agar tak lagi melakukan keributan di dalam lapangan saat timnya melakukan pertandingan.

Melalui pembekalan tokoh fans club dari PSSI, diharapkan penonton Ligina VII yang bertambah lebih mengerti dan dewasa lagi dalam menanggapi masalah kecil ditengah lapangan.

Bahkan PSSI juga akan memberikan pembekalan pada fans club untuk mengetahui sektor keamanan ditengah lapangan. Dengan mengetahui tempat-tempat keamanan yang disediakan panitia penyelenggara, mereka akan lebih mudah lagi menetralisir semua kejadian di tengah lapangan.

Selain mengantisipasi keributan penonton, PSSI juga memantau kepemimpinan wasit yang kurang memenuhi harapan. Komdis menjelaskan, adanya wasit yang kurang tegas dan tak dapat memimpin pertandingan ditengah lapangan juga mengundang wabah keributan.

Guna mendapatkan wasit yang handal, tentunya PSSI akan melakukan pertemuaan lagi dengan Ketua Sumber Daya Manusia (SDM), yang kini diduduki, M Zein. "Melalui pertemuan dan pembahasan dengan Ketua SDM, tentunya akan diperoleh keputusan wasit mana yang boleh memimpin pertandingan atau tidak,"tegasnya.

Dalam usaha menegakkan peraturan, Komdis bertindak tegas, terutama pada wasit yang dianggap belum mampu menegakkan peraturan ditengah lapangan. Seperti halnya wasit yang memimpin pertandingan Persija vs PSDS, Hudoyo, kemungkinan besar diistirahatkan dulu.

Kejadian ini bisa berlaku pada wasit lain yang juga melakukan tindakan serupa, bahkan melakukan kepemimpinan yang tak adil. Komdis tak segan-segan mencoret namanya dalam daftar wasit di putaran Ligina VII.

<Satusports.com>


Senin, 29 Januari 2001
Tak Bendung Ulah Penonton
Persija Didenda oleh PSSI 5 Juta

Tak mampu membendung ulah penonton masuk ketengah Lapangan, saat Persija Pusat vs Semen Padang, di Stadion Lebak Bulus, Kamis (25/1), akhirnya tim "Macan Kemayoran" menerima sanksi percobaan dan denda Rp 5 juta dari Komdis PSSI.

"Sanksi percobaan diberikan Komdis sejak melawan PSPS (1/2). Jika dalam menjalani sanksi percobaan ini Persija melakukan kesalahan yang serupa pada tiga kali pertandingan berikutnya, maka pertandingan home tak boleh digelar di Jakarta,"tegas Ketua Komdis PSSI, Andi Darussalam Tabussala, di Jakarta.

Andi melanjutkan, denda Rp 5 juta harus diberikan pada Persija, karena penonton Semen Padang saat itu masuk ketengah lapangan setelah mendapat lemparan batu dari luar Stadion. Begitu juga dengan adanya petasan yang dianggap membahayakan penonton lainnya.

Selain menjatuhkan sanksi pada Persija Pusat, dua tim lainnya Arema dan Sleman juga dipanggil Komdis karena keributan penontonnya ditengah lapangan. "Penonton Arema cukup membludak ketika menghadapi Sleman. Dengan Stadion yang tak memenuhi kapasitas akhirnya, terjadi keributan penonton,"jelasnya.

Meski penonton Arema sempat ribut, namun Komdis masih memberikan simpatik. Pasalnya, penonton Arema tak melakukan pengerusakan dan ribut dengan pendukung Sleman. "Mereka ribut karena tak dapat menikmati timnya yang sedang berjuang lawan Sleman,"tegas Andi.

Dengan berbagai keributan penonton dalam Ligina VII hingga pertandingan kelima ini, Andi cukup memprihatinkan. Karena, peningkatan jumlah penonton yang cukup melimpah, segi kebrutalan bertambah.

Sementara kesadaran pemain sudah cukup bagus. Bahkan mereka sudah saling menyadari antara pemain yang satu dan lainnya jika terjadi benturan di lapangan. Hal ini memberikan angin segar pada kemajuan pemain sepakbola nasional.

<Satusports.com>


Selasa, 30 Januari 2001

Panpel Persija
Siap Amankan Stadion Lebakbulus

Panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Persija vs PSPS, Mimik Alkamar siap mengamankan Stadion Lebak Bulus, Jakarta dari gangguan petasan dan lemparan batu penonton.

"The Jakmania sudah diintruksikan agar anggotanya tak membawa petasan dan memancing keributan penonton lain masuk lapangan. Karena bila semua itu terjadi, maka yang menerima akibatnya adalah Persija,"tegas Mimik Alkamar di Jakarta.

Mimik melanjutkan, atas kejadian penonton dan petasan masuk lapangan, akhirnya Persija harus menerima denda Rp 5 juta, serta sanksi percobaan tiga kali tak mengulangi kejadian yang sama. Jika dalam pertandingan tiga kali penonton Persija tetap berbuat ulah, maka pertandingan berikutnya tak boleh disaksikan penonton.

Ancaman cukup ketat dan disiplin dari Komdis PSSI itu, katanya, bukan merupakan suatu tegoran keras, namun dianggapnya sebagai didikan disiplin pada para penontonya yang setia memberikan dukungan pada Persija.

Mimik melanjutkan, kejadian yang menimpa keributan penonton pada pertandingan Persija vs Semen padang Kamis (25/1) lalu, karena unsur keteledoran petugas lapangan Lebak Bulus yang membuka pintu timur.

Akibat bobolnya pintu timur, penonton Seman Padang masuk dan timbul keributan dengan pelemparan batu dan petasan ke tengah lapangan. Atas kejadian ini, Persija tak akan menghindari sanksi dari Komdis.

Menurut Mimik, kendati Persija dijatuhi sanksi percobaan dan denda Rp 5 juta oleh Komdis PSSI, namun sebelumnya pihak penjaga Stadion Lebak Bulus sudah meminta maaf pada pengurus Persija atas keteledoran yang dilakukan.

Kendati begitu katanya, dalam pertandingan selanjutnya, pihak Persija sudah memberikan kesadaran pada pendukungnya agar mentaati tata tertib yang dianjurkan PSSI, yakni tak membawa petasan masuk Stadion.

<Satusports.com>


Selasa, 30 Januari 2001

Tim Macan Kemayoran Siap Gulingkan PSPS

Walau berhasil menang angka telak 6-0 atas PSDS Deli Serdang pada pertandingan sebelumnya, tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat tak akan menganggap remeh PSPS dalam pertandingan home ketiga di Ligina VII wilayah barat.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (1/2) dipastikan berlangsung seru dan ketat. Pasalnya, kedua tim sama-sama mengharapkan meraih angka penuh dalam pertandingan putaran perdana di Ligina VII.

"Saya mengharapkan anak-anak tampil maksimal untuk menghadapi asuhan Parlin Siagian. Guna mengantisipasi kepiwaian PSPS, saya mengintruksikan agar bermain sesuai dengan porsinya ketika menghajar PSDS Deli Serdang,"kata asisten pelatih Persija Pusat, Sofyan Hadi.

Ketika ditanya apakah Persija Pusat tetap menurunkan perpaduan Gendut Donny dan Budi Sudarsono dalam pertandingan babak pertama, Sofyan mengatakan, semua itu tergantung perkembangan di lapangan.

Yang penting katanya, kekompakan pemain perlu ditingkatkan agar mencapai hasil maksimal seperti ketika menghajar PSDS 6-0. Meski pada pertandingan itu, pemain asuhan Surianto Herman tampil dengan gaya medan yang sedikit keras menjurus kasar.

Pada kesempatan terpisah pelatih penjaga gawang Persija, Arjuna Rinaldi mengatakan, dalam pertandingan nanti penjaga gawang yang diturunkan tergantung siapa yang sudah siap tampil dalam pertandingan.

Dalam kompetisi kali ini, katanya, Persija tak membedakan penjaga gawang asing maupun lokal. Namun siapa yang paling siap itulah yang akan dipasang. Karena kepiawian pemain lokal dan asing tak jauh berbeda.

Dia melanjutkan, sementara ini Rinaldi sengaja menurunkan Mbeng Jean dalam tiga pertandingan sebelumnya. karena penjaga gawang berkulit hitam ini kondisinya cukup prima. Namun dalam pertandingan berikutnya, tak menutup kemungkinan bisa digantikan penjaga gawang lokal jika kondisi tubuhnya kurang prima.

Pada kesempatan terpisah, pelatih PSPS Pekan Baru, Parlin Siagian mengatakan, Persija mempunyai materi pemain cukup bagus yang sebagian besar dihuni pemain nasional. Dengan begitu, secara teknis tentunya lebih mendukung dibanding dengan pemain PSPS.

Namun PSPS datang ke Jakarta untuk meraih kemenangan, bukan hanya datang main-main saja sebagai wisatawan lokal. Dengan materi yang cukup merata dari Persija, tim PSPS tak akan mengawal satu pemain saja. Namun semua pemain Persija perlu diwaspadai dalam melakukan gerakannya.

Hal senada diungkapkan Simon Atangana. Pemain asing yang pernah memperkuat PKT Bontang dan PSIS ini tak ingin pulang dengan tangan hampa. Sebagai pemain profesional, sudah seharusnya dia ingin menyuguhkan kemenangan atas tim yang diperkuatnya.

"Setelah dikontrak PSPS, saya harus membela mati-matian untuk memetik gol. Guna memenuhi semua itu saya bersama rekan-rekan akan bermain dengan kerjasama yang apik, dengan harapan mampu menerobos gawang Persija yang dikawal ketat Mbeng Jean,"tambah Simon seraya mengatakan tak takut melawan Persija meski main dikandangnya sendiri.

<Satusports.com>


Kamis, 8 Februari 2001

Obsesi Persija Gulingkan Persib

Bermaterikan tiga pemain asing dan lima striker handal, tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat siap meladeni keperkasaan tim "Maung Bandung" Persib pada putaran pertama grup barat Ligina VII, Minggu (11/2).

Walau bermain di kandang lawan, Persija optimis dapat memetik poin penuh, meski harus melewati perjuangan cukup berat. Pasalnya, bermain di kandang Persib lain halnya ketika menghadapi lawan di kandang sendiri.

"Untuk itu saya mengharapkan agar anak-anak bermain tenang dan dapat meredam panjingan emosi dari pendukung Persib yang dikenal cukup antosias dalam memberikan dorongan semangat pada tim kesayangannya,"tegas asisten pelatih Persija Pusat, Sofyan Hadi di Jakarta.

Sofyan melanjutkan, dengan kondisi yang cukup letih setelah bermain lawan Persita Rabu (7/2), Persija memerlukan dorongan mental untuk menghadapi Persib. Guna memenuhi semua itu, dia mengharapkan agar Budi Sudarsono dan kawan-kawan dapat bermain optimal.

Menyinggung kecolongan gol ketika menghadapi Persita, Hadi melanjutkan, semua itu dapat dijadikan pelajaran bagi para pemain agar dalam pertandingan tandang ke Bandung mampu meredam emosi untuk menghasilkan gol kemenangan.

Bermain dikandang lawan, katanya, pancingan emosi itu sering muncul ketika suporter berbuat tak senonoh. Kondisi itu yang harus diantisipasi oleh para pemain, apalagi Persib mania (Bobotoh) Bandung sangat mengharapkan tim kesayangannya meraih kemenangan di daerahnya sendiri.

Keadaan semacam itu hendaknya dapat dijadikan cambuk bagi Persija untuk mengejar ketinggalan atas Persib yang kini bercokol di posisi kedua klasemen sementara grup barat.

Sementara Persija yang kini berada di posisi ketiga dari enam kali pertandingan sebelumnya tak perlu pesimis, karena masih ada waktu untuk mengejar ketinggalan angka. Semua itu bisa diatasi dengan jalan, Widodo C Putra dan Gendut Donny serta Budi Santoso yang berada di lini depan mampu membobol gawang lawan.

Menyinggung striker yang diturunkan babak pertama saat menghadapi Persib Bandung, Sofyan mengatakan, masih dalam evaluasi lagi setelah Persija kalah 0-1 atas Persita pada pertandingan sebelumnya.

Guna mencuri poin penuh dalam pertandingan tandang kali ini, pemain Persija tinggal memantapkan lini depan dan tengah agar tetap eksis melakukan terobosan ke daerah pertahanan lawan.

Bermain dengan naluri haus gol, paparnya, dapat membangkitkan upaya Persija Pusat untuk mengejar ketinggalan poin atas dua tim papan atas Persita dan Persib Bandung.

<Satusports.com>


Kamis, 8 Februari 2001

PSSI Gelar Rapat Pari Purna

Guna meningkatkan ajang pembinaan pemain sepakbola di tanah air, PSSI akan membahas dalam Rapat Pari Purna (RPP) di Cirebon yang akan digelar 10-11 Februari ini.

"Dalam RPP itu akan dibahas persiapan tim nasional yang akan diturunkan di SEA Games XXI, Malaysia September mendatang dan program pembinaan pemain yang berkesinambungan,"tegas Humas PSSI, Eddie Elison di Jakarta.

Eddie melanjutkan, sebenarnya semua persiapan menuju SEA Games XXI sudah ada dalam benak Bidang Pembinaan dan Prestasi PSSI, namun untuk mengevaluasi lebih jauh, sudah seharusnya dibahas dan dipaparkan dalam RPP.

Ketika ditanya apakah tim nasional PSSI yang dipersiapkan ke even internasional akan menggunakan pemain asing, Eddie melanjutkan, semua itu akan diajukan bidang pembinaan dalam RPP nanti.

Dengan begitu disetujui atau tidaknya menggunakan pemain asing akan diputuskan dalam sidang Pari Purna di Cirebon. Begitu juga perekrutan pemain yang saat ini masih berlaga dalam Ligina VII.

Menurutnya, persiapan menuju SEA Games dan pra Piala Dunia itu dilakukan seefektif mungkin. Dengan memberikan keleluasaan pada para pemain nasional untuk berlaga dan meningkatkan prestasi di Ligina VII, merupakan suatu persiapan yang cukup bagus.

Pasalnya, para pemain yang berlaga dalam Ligina VII lebih terpacu dalam meningkatkan prestasi yang dimiliki. Mengingat para pemain nasional kali ini sudah berpikiran profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pemain yang membela klubnya masing-masing.

Berpacu di kompetisi nasional, katanya, para pemain itu tinggal membutuhkan sedikit lagi melakukan polesan dalam Pelatnas SEA Games. Eddie mengakui, cabang sepakbola kali ini berbeda dengan cabang lain yang sudah melakukan Pelatnas lebih dulu.

Untuk cabang sepakbola para pemain diberi kesempatan membela timnya masing-masing. Kondisi itu tak jauh berbeda saat mereka ditempa di Pelatnas. Dengan begitu, para pemain yang memenuhi kreteria PSSI tinggal dipanggil bergabung dalam tim nasional yang akan ditempa dan diterjunkan di SEA Games XXI.

<Satusports.com>


Senin, 12 Februari 2001

Belum Terjawab
Teka-teki Pergantian Pelatih Persija

 

Gonjang-ganjing pergantian pelatih Persija Pusat, Andy Lala belum terjawab. Kondisi ini yang membuat pemain sempat menunggu-nunggu kepastian selama masa istirahat seminggu sebelum melawan Persikab, Kamis (22) mendatang.

Menurut pemain senior nasional, Widodo C Putra, sebagai pemain tak dapat menilai pelatih mana yang memiliki kualitas atau tidak. Namun semua itu memerlukan proses untuk melakukan kerjasama yang apik.

Dengan begitu, Widodo tak dapat menentukan pelatih mana yang sekiranya bagus menangani tim "Macan Kemayoran" Persija Pusat. Kendati begitu, selama menekuni olahraga sikulit bundar, pemain asal Jatim ini mempunyai pelatih favorit yakni almarhum Andi Teguh dan Rudy Kaltjes.

Karena kedua pelatih ini memiliki pendekatan yang bagus pada pemain. Selain itu keduanya mempunyai target khusus selama menangani pemainnya, baik saat latihan maupun ketika melakukan pertandingan.

Melalui target inilah yang membuat pemain menjadi termotivasi untuk tampil semaksimal mungkin saat menghadapi lawan. Begitu juga dapat melakukan pendekatan agar si pemain mendapat rangsangan dan tak takut ketika berhadapan dengan lawan yang dihadapinya.

Ketika ditanya apakah sudah ada pelatih lokal yang memiliki kepemimpinan selevel Andi Teguh? Widodo mengatakan, secara pribadi dia sulit mengatakan siapa yang layak disamakan dengan Teguh, namun akhirnya pemain asal Jatim itu menjawab belum ada.

Untuk itu katanya, siapapun yang menangani tim Persija pada lanjutan Ligina VII tak menjadi masalah. Yang penting mampu memberikan motivasi untuk meraih kemenangan dalam pertandingan selanjutnya.

Menurutnya, tugas pemain adalah tampil untuk membawa kemenangan atas tim yang diperkuatnya. Sementara penentuan wasit tergantung keputusan semua jajaran pengurus, bukan karena keinginan pemain. Kondisi itu tentunya berlaku pada setiap klub yang berlaga di Ligina VII.

(Satusport.com)


Kamis, 15 Februari 2001

Hadapi Persikab
Persija Dibawah Komando Pelatih Sofyan Hadi

 

Gonjang-ganjing pergantian posisi pelatih Persija Pusat, Andy lala akhirnya terjawab, setelah jajaran pengurusnya menetapkan Sofyan Hadi memanggku tampuk pelatih menggantikan seniorya.

Sebelum memangku jabatan pelatih, Sofyan Hadi menjabat sebagai asisten pelatih dan sukses menghantarkan Persija meraih poin penuh dalam pertandingan tandang ke Bandung.

Mewakili posisi Andy Lala saat itu, Sofyan Hadi berhasil membuat anak asuhnya tampil cemerlang dengan memboyong kemenangan setelah menggulingkan Persib Bandung 1-0.

Kondisi itulah yang menjadi catatan pengurus Persija untuk memberikan tongkat estafet jabatan pelatih dari Andy lala. Sementara Andy Lala sendiri saat ini menjadi pembina.

"Andy lala masih mempunyai tugas cukup mulia untuk memajukan prestasi tim Persija. Dengan begitu, sulit rasanya langsung digantikan pada orang lain,"tegas Manajer tim Persija, Irawan Hadjidarmo, di Jakarta.

Irawan melanjutkan, tim Persija yang sudah tampil utuh tak dapat diberikan pada orang lain. Untuk itu diambil pelatih yang sudah cocok dan kenal dengan kebiasaan para pemain.

Menyinggung pertemuan dengan Persikab Minggu (18/2), Irawan menghimbau agar anak asuhnya berjuang semaksimal mungkin untuk meraih angka penuh. Karena selama ini tim yang diasuh Yanuar Pribadi itu tak pernah menang dengan Persija.

Namun Persikab kali ini berbeda dengan sebelumnya. Bahkan sudah mempunyai kemajuan drastis ketika menggulingkan lawan-lawannya, baik bermain dikandang maupun away.

Hal senada dikatakan Sofyan Hadi, dalam pertandingan nanti anak-anak sudah diintruksikan agar tak menganggap remeh lawan. Pasalnya, tim dari kota Bandung itu sudah memiliki kemajuan cukup bagus.

Kendati begitu, pemain Persija tak perlu keder, karena dengan kerjasama yang solid dalam mengembangkan teknik di lapangan dijadikan senjata utama untuk memetik kemenangan. "Kerjasama yang apik ini selalu saya harapkan untuk meraih poin penuh,"tambahnya.

(Satusport.com)


Kamis, 15 Februari 2001

Pertandingan Dimajukan
Widodo Cs Siap Melumat Persikab

 

Walau pertandingan Persija vs Persikab Bandung yang semestinya digelar di Stadion Lebak Bulus, Kamis (22/2) dimajukan ke hari Minggu (18/2), namun Widodo C Putra menyatakan tak menjadi masalah.

"Dimajukannya pertandingan itu karena permintaan tim Persiraja Banda Aceh yang menginginkan pertandingan tandangnya di pulau Jawa tak putus-putus. Untuk membantu dan rasa solidaritas sesama tim, akhirnya saya beserta rekan-rekan dan jajaran pengurus Persija menyetujuinya,"tegas Widodo C Putra, di Jakarta.

Menurutnya, menerima permintaan Persiraja memajukan pertandingan melawan Persikab, tentunya harus ada komitmen yang kuat dari seluruh rekan-rekan yakni berusaha semaksimal mungkin tampil eksis untuk memetik poin penuh lawan anak asuh Yanuar S itu.

Sebagai pemain profesional, katanya, tentunya mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Semua itu sudah diperhitungkan masak-masak oleh rekan-rekan dan pelatih untuk menjamu Persikab di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.

Widodo melanjutkan, pemain Persikab dan Persija tak jauh berbeda, namun yanag lebih bagus saat ini setelah dipegang Yanuar adalah dalam segi manajemen saja. Hal itu perlu diwaspadai oleh rekan-rekan dalam upaya memetik kemenangan.

Meski Persikab selama ini tak pernah mengalahkan Persija, namun dalam pertandingan Ligina VII ini tim dari kabupaten Bandung itu mempunyai kemajuan cukup drastis.

Semua itu dapat dipantau, ketika menghadapi Persita Tangerang unggul 3-1. Sementara Persija sendiri sempat ketinggalan 0-1 lawan Persita dalam pertandingan tandang dua pekan lalu.

Meski hasil pertandingan sebelumnya tak dapat dijadikan tolak ukur, namun setidaknya dapat dijadikan wacana bagi pemain Persija saat menjamu tim asuhan Yanuar itu.

Ketika ditanya apakah dalam pertandingan lawan Persikab, Widodo mempunyai pasangan khusus di posisi striker? pemain asal Gresik itu mengatakan, semua itu tergantung kebijaksanaan pelatih.

"Persija dalam Putaran Ligina VII mempunyai lima striker termasuk saya, jadi dalam pertandingan nanti saya siap dipadukan dengan siapa saja, baik Budi, Gendut dan Bambang Pamungkas,"tegasnya seraya mengatakan, yang penting dalam setiap pertandingan adalah tampil untuk menang.

(Satusport.com)


Rabu, 21 Maret 2001

Sutiyoso harapkan
Persija tampil dengan kekuatan penuh di Ligina VII

The JakOnline - Gubernur DKI Jaya, Sutiyoso yang juga pembina tim Persija menghimbau, agar anak asuhnya diberi dispensasi memperkuat klub-nya selama Ligina VII, meski sudah ada 4 pemain dipanggil masuk tim nasional PSSI.

Pemain Persija, katanya, tentunya dapat keluar masuk Pelatnas PPD, karena letak penempaan timnas PSSI tak jauh dengan markas dari Persija. Dengan begitu, PSSI hendaknya memberikan peluang bagi keempat pemain yang dipanggil untuk terus memperkuat tim "Macan Kemayoran".

Ketika ditanya bahwa pemanggilan keempat pemain Persija itu adalah untuk kepentingan nasional untuk persiapan PPD, Sutiyoso mengatakan, sudah tahu, untuk itu dia meminta pada jajaran pengurus PSSI agar mengerti akan penampilan pemain di Persija yang sifatnya profesional dengan bayaran cukup tinggi.

Sebagai pemain profesional, sudah seharusnya para pemain itu membela Persija agar dapat mengembalikan sukses yang pernah diraih seniornya ketika berjaya di tahun 1970 lalu.

Untuk itu, dia mengharapkan agar para pemain mempunyai komitmen dan semangat juang yang sama untuk membawa nama harum ibukota negera dipercaturan sepakbola nasional.

"Meski para pemain itu berasal dari berbagai daerah, namun pada intinya satu yakni cinta dan dapat membawa nama baik Jakarta. Seperti saya, meski berasal dari Semarang, namun tetap cinta dan mengharapkan Jakarta menjadi barometer sepakbola nasional,"tegasnya.

Selain menghimbau pada para pemain, Sutiyoso juga meminta agar pendukung Persija memberikan dukungan yang baik dan tak selalu melakukan keonaran lagi ditengah lapangan.

Karena kemajuan pemain nasional itu tak terlepas dengan dukungan penonton yang sportif serta para pengurus yang mengerti akan dunia sepakbola. "Usahakan dalam pertandingan Ligina tak terjadi kasus suap yang dapat merusak pemain. Hal itu saya harapkan dibuang jauh-jauh oleh para pengurus klub dan pihak-pihak yang menginginkan dunia sepakbola Indonesia menuju perkemangan yang pesat,"tegasnya.

Sutiyoso mengatakan, setelah Persija ditangani Sofyan Hadi dapat memenuhi harapan masyarakat Jakarta yakni meraih juara, minimal masuk final Ligina VII. Dengan begitu, tak menutup kemungkinan kemajuan dunia sepakbola di Ibukota akan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menyinggung soal bonus yang akan diberikan pada pemain, Sutiyoso mengatakan, bonus itu tentunya sudah dipersiapkan. Apalagi mereka dapat maju di delapan besar, semifinal dan final, tentunya ada perhitungan tersendiri yang menyangkut bonus pemain yang sudah mengarah ke profesional.

(Satusport.com)


Rabu, 21 Maret 2001

Miliki standar khusus
Budiman puas kucuran bonus Persija

The JakOnline - Kapten tim Persija Pusat, Budiman mengaku sudah memiliki standar khusus dalam setiap menerima bonus, setelah menyelesaikan pertandingan. Dengan begitu pemain yang satu tak bisa ngiri terhadap pemain lainnya.

"Pembagian bonus di Persija seusai pertandingan disesuai dengan ketentuan yang sudah diterapkan selama ini, untuk pemain inti menerima 100 persen, cadangan 70 persen dan pemain yang masuk lapangan tanpa kostum Persija menerima bonus 40 persen,"tegas Budiman sebelum melakukan latihan di Stadion Menteng, Jakarta.

Budiman melanjutkan, melalui pembagian bonus yang sudah digariskan dalam perjanjian kontrak, para pemain tak bisa menuntut terlalu banyak.Bahkan sesuai dengan kemampuan prestasinya selama memperkuat tim Persija.

Ketika ditanya, apakah sempat menerima beban berat duduk sebagai kapten Persija? Budiman mengatakan, semua itu sudah pasti. Karena sebagai kapten menjadi jembatan penghubung antara pemain dan pengurus.

"Semua keluhan teman-teman awalnya disampaikan pada saya dan dilanjutkan pada pengurus, jika perlu. Kondisi itu diperlukan kedewasaan saat mengatasi pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kesejahteraan mereka, baik saat menerima bonus atau tidak,"tegasnya.

Yang penting katanya, sebagai pemain mempunyai tugas khusus yakni meningkatkan prestasi yang dimiliki. Dengan begitu, katanya, bonus yang akan diperoleh akan mengikutinya.

Ketika ditanya bagaimana untuk mengatur rekan-rekannya bila empat pemain inti tak boleh tampil di Persija, Budiman mengatakan, semua itu sudah diantisipasi oleh pelatih dan pengurus. Bahkan kemungkinan besar pengurus sudah mendapatkan pemain pengganti.

Menurutnya, apapun yang terjadi dalam tim tentunya dipecahkan bersama, baik pelatih maupun pemain serta pengurus. Karena semua itu merupakan kepentingan bersama untuk menjaga nama baik Persija di putaran Ligina VII.

(Satusport.com)